KONFIGURASI SAMBA SERVER
A.
Konfigurasi
Samba Server
1.
Pertama, kita harus login ke debian seperti gambar di bawah
dan juga masukan passwordnya.
2.
Setelah itu, masuk ke direktori root dengan mengetik “su” dan juga masukan passwordnya.
3.
Lalu kita masukan CD-1 debian, lalu cek cd tersebut dengan
mengetik “apt-cdrom add” di debian.
4.
Ketikkan perintah “apt-get install samba” seperti
contoh gambar dibawah ini yang dimana perintah tersebut digunakan untuk
menginstal aplikasi Samba server.
Kemudian, tekan “enter” untuk melanjutkan ke
proses instalasi Samba server.
5.
Setelah proses instalasi Samba server telah selesai.
Selanjutnya, kita lanjutkan ke proses konfigurasi Samba server.
Langkah-langkahnya seperti pada gambar dibawah ini. Ketik perintah “nano
/etc/samba/smb.conf” untuk masuk kedalam konfigurasi Samba server.
6.
Setelah masuk ke menu konfigurasi samba, lalu kita harus
mengubah “security = user” menjadi “security = share” dan juga tambahkan
configurasi seperti gambar di bawah ini.
Setelah selesai
mengkofigurasi lalu save “CTRL + O lalu enter” dan restart dengan mengetik “service samba restart”.
7. Pada langkah selanjutnya kita membuat direktori
utama untuk Samba server-nya. Ketikkan perintah “mkdir /home/share”
untuk membuat direktori utama dari Samba server-nya.
8.
Setelah membuat direktori, kini kita akan membuat hak akses
client dari file sharing agar client-nya bisa bebas mengakses file sharing-nya,
seperti meng-copy data, menghapus data, membuat folder, dan sebagainya.
Caranya, masukkan perintah “chmod 777 /home/share"
.
9.
Dalam tahap pengujian yaitu kita harus masuk ke menu run
dengan mengetik “start + R” lalu
masukan ip yang sudah di buat di debian.
10.
Selanjutnya, pengujian hak akses. Kita akan membuat client
bisa memiliki hak penuh atas penggunaan Samba server ini. Contohnya seperti
menulis dan menghapus data, menambah dan menghapus folder, dan sebagainya.
Untuk mengujinya, kita cukup menguji dengan cara membuat folder baru.
Komentar
Posting Komentar